Film Star Wars – Pemenang Acamedy Awards Termasuk Best Picture

Film star wars pemenang Academy Awards termasuk Best Picture, The Shape Of Things To Come adalah film yang cerdas dan menghibur tentang keserakahan, pengkhianatan, dan pencarian artefak suci dari peradaban kuno. Dengan skor orisinal karya komposer Henry Mancini, The Shape Of Things To Come berhasil memadukan unsur horor, fiksi ilmiah, dan fantasi menjadi film yang konsisten cerdas dan menegangkan. Film ini pertama memulai pada tahun 1932, ketika pemilik tanah kaya Edith Pretty (Jennifer Aniston) menyewa konsultan arkeologi amatir Basil Brown untuk menggali propertinya dari lereng gunung. Saat menggali tanah, dia dan timnya menemukan sebuah kapal tua dari Zaman Kegelapan. Ini berisi artefak misterius dan sakral yang diyakini memiliki kekuatan magis.

Saat artefak muncul kembali beberapa tahun kemudian, beberapa properti magisnya hilang. Akibatnya, pemerintah Inggris mengambil alih artefak tersebut, percaya bahwa artefak tersebut adalah artefak magis yang hilang. Tim ini terbagi menjadi dua kelompok satu untuk mencari artefak dari ujung dunia, sementara yang lain untuk mencari petunjuk dari negeri tempat artefak itu tertemukan. Dengan sekelompok orang aneh yang memimpin pasukan Inggris, The Shape Of Things To Come mengikuti pendahulunya.

Sebagian besar didasarkan pada buku The DaVinci Code, film ini berkisah tentang sekelompok ilmuwan eksentrik yang menemukan kejahatan kuno. Dipimpin oleh seorang psikotik jenius bernama Dr. Isaac, mereka percaya artefak kuno yang terkubur dapat membantu mereka membuka rahasia alam semesta. Bekerja sama, tim mengungkap beragam rahasia gelap dan menemukan entitas yang mampu berteleportasi sendiri dan objek lain. Sementara itu, entitas jahat berusaha menutup pintu alam semesta agar dapat merasuki semua orang yang hadir. Orang-orang baik harus bekerja sama jika mereka memiliki harapan untuk menghentikan kekuatan jahat ini mengambil alih dunia.

 

Film Star Wars Dimulai Dengan Aksi Dan Petualang Standar Dari New York

Film ini dimulai dengan adegan aksi dan petualangan standar dari New York City. Dua teknisi sedang memperbaiki bola logam misterius dan tinggi. Tiba-tiba, bola mulai rusak, mengirimkan sinar dan cahaya ke mana-mana. Adegan berikutnya menunjukkan para ilmuwan dan teknisi di taman. Mereka memperdebatkan apakah akan mencoba misi eksperimental untuk mengirim bola kembali ke bumi. Satu-satunya masalah adalah bahwa ini memaksudkan sebagai perjalanan satu arah, jadi misinya harus tertembakkan, dan pekerja lab harus memainkan peran mereka dengan sempurna.

Sementara dua film Star Wars pertama menunjukkan potensi film fiksi ilmiah yang akan datang, The Shape Of Things To Come terasa seperti prekuel sci-fi. Namun, alih-alih menggunakan penemuan dan teori baru, film ini lebih tepat memanfaatkan ide-ide lama untuk membuat ceritanya. The DaVinci Code lebih imajinatif dalam konsepsinya daripada yang ini. Plot utama melibatkan penggunaan perangkat modern untuk memecahkan teka-teki kuno. Di sisi lain, film ini berjalan dengan apa yang sudah familiar agar ceritanya lebih menarik. Jelas bahwa sutradara Spielberg dan Lucas terinspirasi oleh karya H. G. Wells, bersama dengan kisah Rosicrucian Pals, serta novel fiksi ilmiah Earthsea dari Arthur C Clarke’cult.

Begitu berada di dalam lab, grup tersebut menemukan bahwa mereka harus berurusan dengan berbagai “agen” yang aneh. Agen ini menembakkan sambaran petir dari tangan mereka dan cukup kuat untuk memindahkan objek tanpa masalah sama sekali. Ini hanyalah satu contoh bagaimana skenario berhubungan dengan premis fiksi ilmiah standar. Bagaimanapun, dalam film ini kita menemukan bahwa orang-orang memiliki kekuatan, tetapi mereka tidak tahu bagaimana cara menggunakannya. Hal ini memungkinkan karakter untuk membuat keputusan yang salah sejak awal, yang merupakan salah satu dari banyak karakteristik film fiksi ilmiah yang bagus.

Film Ini Berakhir Dengan Kru Yang Bekerja Luar biasa

Film ini berakhir dengan kru yang bekerja yang luar biasa kapal luar angkasa untuk kembali ke bumi. Di ujungnya, ada pesawat luar angkasa aneh yang menempel di satelit raksasa itu. Alien yang tinggal di kapal luar angkasa keluar, dan dia menjelaskan bahwa dia adalah yang terakhir dari jenisnya, dan bahwa Bumi adalah rumahnya. Dia kemudian mulai mengambil alih populasi manusia, dan bertekad untuk menghancurkan umat manusia, atau memaksa penggabungan antara berbagai spesies.

 

Baca Juga : Film Layla Majnun – Kisah Cinta yang Tak Boleh Dilewatkan

Meskipun film ini memulainnya dengan misi, plotnya dengan cepat beralih ke alien dan rencananya untuk mengambil alih dunia. Pada akhirnya, film ini lebih berorientasi pada aksi, tetapi tidak sepetual film Fiksi Ilmiah lainnya seperti Star Wars. Banyak orang membandingkan film ini dengan campuran perdagangan saham, dan film horor. Namun, menurut saya perbedaan antara keduanya adalah pengaturannya, yang jauh lebih serius dan canggih daripada pesawat luar angkasa imajiner. Pada akhirnya, ini adalah film yang bagus untuk ditonton, terlepas dari apakah Anda suka Perjalanan Luar Angkasa atau Fantasi.