Review Story of Kale: When Someone’s in Love (2020)

Review Story of Kale: When Someone’s in Love (2020)

Siapa yang masih punya waktu untuk melihat apa yang kita review hari ini (2020) nanti sebelum bioskop ditutup karena pandemi coronavirus? NKCTHI entah bagaimana mampu menjangkau lebih dari 2 juta penonton selama pemutaran di bioskop awal tahun ini.

Setelah NKCTHI, Visinema Pictures merambah dunia perfilman dengan merilis spin-off berjudul Story of Kale: When Someone’s in Love. Tentu saja siapa protagonis film ini sudah bisa ketebak dari judul filmnya. Ya, film ini berfokus pada cerita skala, yang menetapkan sebelum acara di NKCTHI.

Sebelum bertemu Sanya Bay sebagai NKCTHI, Kayle menceritakan kisahnya dengan seorang gadis bernama Dingda. Kayle dan ia sudah kenal sejak lama berkat kiprah mereka pada dunia musik. Pertemuan mereka yang sering akhirnya menimbulkan perasaan pada nya, yang akhirnya menerima cintanya pada Kale. Kisah cinta mereka mungkin terlihat manis. Namun suatu hari, ia tiba-tiba ingin mengakhiri hubungannya dengan Kayle.

Upaya menjadi yang terbaik untuk pasangan berakhir dengan ironi. Apakah Anda tidak terganggu dengan sikap Kayle di NKCTHI? Nah, Anda bisa menemukan jawaban atas sikap karakter tersebut dalam cerita Kayle: Saat seseorang bercinta. Berbeda dengan gadis-gadis NKCTHI dan Kale yang terlihat sangat licik, skala film ini saya katakan seperti seorang pria dengan sedikit pengalaman cinta.

Review Pengalaman Cinta Yang Rumit

Pengalaman cintanya minim, tapi Kayle yakin ia bisa membuat nya bahagia. Kayle bahkan sesumbar bahwa iaa mungkin jauh lebih baik daripada mantan pacarnya. Pada akhirnya, semua yang ia lakukan Cabbage berakhir secara ironis. Niatnya adalah menjadi kekasih sempurna, namun ia malah  justru melihat kebalikan dari Kale.

Kamu pasti ingat, The Kale Story: Menampilkan Tema Hubungan Beracun Saat Seseorang Bercinta. Sehingga Anda dapat menemukan berbagai adegan yang mungkin menyinggung Anda. Dapat juga teratakan bahwa masalah yang menyebabkan hubungan beracun dalam film ini masih menghilangkan dari partisipasi dalam kenyataan.

Itu tidak berlebihan atau tidak berarti. Apa yang mempermasalahkan antara para tokoh dalam film ini harus mempertemukan dalam kehidupan nyata, baik dari pengalaman mereka sendiri maupun dari pengalaman orang lain. Juga, mendongeng tentang subjek sensitif ini sedang tertangani sebagai cerita sederhana tanpa kerumitan.